Manfaat Tidak Banyak Bicara

Banyak bicara merupakan hal kosong yang hanya membuat sakit kepala saja dan tidak ada gunanya sama sekali, malahan orang suka banyak bicara pasti akan mempunyai hal yang buruk yang menimpa dirinya.

Banyak omong akan mempengaruhi hidupnya sendiri dan memiliki efek negatif yang bisa membahayakan dirinya sendiri, bagi saya sendiri berpikir bahwa orang yang banyak bicara hanya merusak pemandangan saja dan tidak ada gunanya bagi saya.

Manfaat Tidak Banyak Bicara

Nah bagi saya orang yang banyak bicara akan memiliki resiko buruk seperti.

- Memiliki banyak musuh

Orang yang banyak bicara kemungkinan besar akan memiliki banyak musuh yang berdatangan ke dirinya karena kemungkinan bisa saja omongannya menyakiti perasaan hati seseorang atau lainnya.

- Otak menjadi rusak

Otak manusia bisa saja rusak karena orang tersebut banyak bicara yang membuat kepalanya sendiri menjadi pusing tidak karuan.

- Dan lainnya.

Manfaat bagi orang yang suka diam daripada banyak bicara yaitu

- Kemungkinan besar tidak memiliki banyak musuh

Sedikit bicara akan membuat seseorang tidak memiliki musuh, karena dia tidak mungkin menyakiti perasaan orang lain.

- Otak semakin sehat

Otak manusia akan semakin sehat jika dirinya tidak banyak bicara karena sudah ada studi kasus yang membuktikan kebenarannya.

Selengkapnya yaitu

Berbicara yang merupakan bentuk dari komunikasi diri seseorang terhadap orang lain di sekitarnya.

Tipe orang dalam berbicara itu berbeda-beda, ada orang yang pendiam, ada orang yang suka banyak bicara, dan ada juga orang yang bicara seadanya saja.

Tetapi, ingatkah diri kita pada pepatah yang terkenal pada waktu kita masih kecil? Yaitu “diam itu emas yang berharga”. Nah, yang benar saja jika ternyata orang yang pendiam maupun tidak banyak omong mempunyai manfaat dan juga kelebihan sendiri jika dibandingkan dengan orang yang terlalu banyak bicara atau banyak omong.

Beberapa manfaat orang yang tidak banyak bicara atau orang yang pendiam diantaranya:

- Meningkatkan Kekuatan Otak

Orang yang tidak suka banyak bicara mempunyai berbagai sel yang baru pada hippocampus. Sel baru itu bisa meningkatkan daya ingat dan mengontrol emosi jiwa.

- Meminimalisir Adanya Musuh

Dengan tidak suka banyak bicara, maka akan kecil sekali kemungkinan juga untuk melakukan kesalahan ketika ingin berbicara.

Orang yang tidak suka banyak berbicara juga akan cenderung tidak ingin mencari perhatian orang sehingga tidak akan ada banyak dimusuhi oleh diri orang lain.

- Lebih Produktif

Orang yang tidak suka banyak bicara, akan cenderung jauh lebih produktif dalam melakukan berbagai aktivitas jika dibandingkan dengan orang yang terlalu banyak bicara.

Dengan cara mengurangi porsi dalam berbicara, konsentrasi otak bisa menjadi jauh lebih baik dan hasil dari pekerjaan tersebut akan jauh lebih optimal jika dibandingkan dengan orang yang terlalu sering berbicara pada saat ingin menyelesaikan suatu pekerjaannya.

- Menjadi Pusat Perhatian Pada Saat Berbicara

Ketika orang yang tidak suka banyak berbicara mulai bicara dalam suatu forum saja, maka ada banyak orang akan segera terpusat pada apa yang sedang dibicarakan olehnya. Karena, orang yang merasa pendiam maupun tidak banyak bicara akan cenderung mempunyai isi pembicaraan yang sangat berbobot jika dibandingkan dengan orang yang tidak suka banyak bicara.

- Mencegah Dan Menormalkan Stress Pikiran

Pada waktu anda mengalami stres, hal yang sebaiknya bagus untuk dilakukan adalah dengan cara mengurangi waktu berbicara maupun diam. Dengan cara diam, maka pikiran anda akan kembali normal dan tidak akan stres. Dalam keadaan berdiam diri, pikiran dan juga emosi akan kembali menjadi rileks.

- Lebih Mudah Peka Dalam Memahami Situasi Yang Ada

Orang yang tidak suka banyak bicara maka sebenarnya bukan dirinya tidak peduli dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Orang yang suka diam maupun tidak suka banyak berbicara maka sebenarnya suka memperhatikan kondisi dan juga situasi yang ada di area sekitarnya.

Dengan cara memperhatikan lingkungan tanpa suka berbicara bisa meningkatkan kepekaan dirinya terhadap area sekitar karena mempunyai konsentrasi penuh terhadap apa yang telah diperhatikan olehnya.

Tidak suka banyak bicara sebenarnya tidak cuma bawaan lahir saja, akan tetapi juga bisa dilatih dengan cara menenangkan pikiran supaya tidak mudah untuk terpancing dan juga mengeluarkan banyak ucapan.

Dengan mengurangi waktu bicara seperti yang sudah dijelaskan di atas tersebut, maka tidak hanya bisa menyehatkan raga saja tetapi juga menyehatkan pikiran dan jiwa. Bahkan dari segi agamapun, ada beberapa hal positif dari orang yang tidak banyak bicara diantaranya:

Diam bisa menolak tipu daya setan karena setan akan merasa kesulitan sekali untuk menggoda orang yang tidak suka banyak bicara.

Dengan cara diam, maka hal itu bisa dikatakan sebagai suatu nilai ibadah karena adanya kemaksiatan dan kemungkaran dari ucapan ternyata dapat segera diminimalisir.
   
Tuhan akan segera menutup aib orang yang suka diam. Hal ini karena orang yang tidak suka banyak bicara juga tidak akan banyak membicarakan diri orang lain, baik menghina, merendahkan maupun berkata keji terhadap orang lain.
   
Diam bisa menghindarkan diri dari suatu kejahatan yang sudah dilakukan oleh orang lain, ataupun murka terhadap Tuhan.

Seperti yang sudah sering kita dengarkan bahwa manusia diciptakan dengan mempunyai satu mulut dan dua telinga saja yaitu supaya manusia jauh lebih banyak mendengarkan dibandingkan dengan bicara.

Tidak banyak berbicara dengan cara menjaga lisan supaya tidak banyak terjerumus kepada perkataan yang salah yang bisa menimbulkan gangguan negatif baik bagi diri orang lain ataupun batin dalam diri sendiri.

Tidak banyak berbicara bukannya tidak akan berbicara sama sekali, tetapi tetap berbicara dengan cara memilah dan jauh lebih berhati-hati dalam mengucap lisannya.
Share on :
Manfaat Tidak Banyak Bicara
Manfaat Tidak Banyak Bicara
Reviewed by Dylan Heyes
Published :
Rating : 4.5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar