Mengapa Terasa Sangat Malas Sekali Melanjutkan Aktivitas Blogging?

Mengapa Terasa Sangat Malas Sekali Melanjutkan Aktivitas Blogging?


Blogging yang sekarang ini banyak sekali digandrungi oleh kebanyakan orang dewasa yang bekerja menghasilkan uang melalui internet maka saya sendiri pun juga ikut mencoba dan mempraktekan dengan terus konsisten membangun blog hingga mencapai ribuan visitor perharinya.

Sampai saat ini pun terasa mulai sulit sekali untuk membangun blog yang bisa mendatangkan ribuan traffik pengunjung perharinya ke dalam blog saya karena mungkin saja ada berbagai hal yang berubah dari hasil penilaian mesin pencari terbesar di dunia yaitu google.

Google adalah search engine raksasa yang selalu saja saya fokuskan untuk bisa mendapatkan ribuan traffik organik dari mesin google itu sendiri karena memang dalam menjalankan aktivitas blogging, siapapun orangnya pasti akan setuju bahwa mendapatkan traffik organik dari search engine google itu sangat penting untuk dicapai oleh para blogger yang ingin mendapatkan hasil pendapatan yagn maksimal dari blognya.

Ngeblog mulai terasa membosankan karena semakin sulitnya mendapatkan pengunjung murni dari mesin pencari google dan membutuhkan suatu artikel yang berkualitas agar pengunjung blog semakin bertambah dan tidak kunjung menurun para visitor blognya, bagaimanapun tanpa adanya visitor maka blog tidak akan menghasilkan apa-apa bagi kita.

Melanjutkan aktivitas blogging memang sangat membutuhkan kesabaran yang cukup dan juga fokus dalam menulis artikel yang unik karena keunikan artikel menjadi modal mutlak yang wajib semua blogger miliki. Tanpa tulisan yang unik maka blog tidak akan bisa berkembang menjadi lebh baik.

Jadi apakah ada saran dari para sobat disini yang bisa membuat saya tidak merasa malas lagi untuk melanjutkan aktivitas blogging ini karena pengunjungnya masih segitu saja dan sulit sekali naiknya.
Share on :
Mengapa Terasa Sangat Malas Sekali Melanjutkan Aktivitas Blogging?
Mengapa Terasa Sangat Malas Sekali Melanjutkan Aktivitas Blogging?
Reviewed by Dylan Heyes
Published :
Rating : 4.5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar